Pengait kata (tags) tulisan ‘ Iran

14
Mar
08

Apresiasi Ahmadinejad

KEPUTUSAN abstain Indonesia pada sidang Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal rancangan resolusi Iran sangatlah penting bagi hubungan Jakarta-Teheran. Kemarin, hal ini terbukti. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas sikap itu. Ucapan terima kasih presiden di Negeri Mullah itu disampaikan di sela pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tengah berkunjung ke sana. Ahmadinejad menyebut sikap abstain Indonesia itu sebagai langkah legal dan adil.Pemimpin yang selalu tampil bersahaja itu mengatakan, sikap abstain Indonesia merupakan awal dari sebuah gerakan untuk mengoreksi kebijakan struktur internasional yang selama dinilai keliru.

Sungguh perkataan Ahmadinejad ini sejatinya mengandung pula harapan atas peran lebih Indonesia di ranah diplomasi internasional.Seperti kita tahu,selama ini apa yang disebut Ahmadinejad sebagai ”struktur internasional”ini masih syarat kepentingan negara-negara besar seperti AS dan sekutunya Baratnya.Lalu,mampukah Indonesia berperan untuk dapat mengoreksi kebijakan struktur internasional itu? Pengaruh Indonesia memang jauh dari dominan di lembaga seperti DK PBB. Namun, dapat dikatakan keberanian Indonesia dalam bersikap abstain pada sidang rancangan resolusi Iran adalah pelopor yang baik ke arah perubahan kebijakan PBB secara lebih rasional dan objektif. Boleh dikatakan, terkait kepeloporan ini, Indonesia adalah jagonya.

Pada 1955, misalnya, Indonesia mampu berperan sentral dalam memelopori Konferensi Asia- Afrika (KAA) yang pada perkembangan konstelasi politik internasional berikutnya organisasi ini menjadi Gerakan Non-Blok. Berikutnya, di tingkat regional, Indonesia juga mampu memainkan strategic role di ASEAN pada era 1980- an.Peran sentral di kancah internasional ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang cukup disegani. Nah,berkaca dari itu,kita harap sikap abstain Indonesia terkait Iran ini di-follow up dalam kerangka diplomasi yang tersedia. Setidaknya, dalam pertemuan tingkat tinggi Organization of Islamic Conference atau Organisasi Konferensi Islam (OKI) pekan ini di Dakar, Senegal, yang juga bakal dihadiri Presiden SBY, Indonesia bisa menyinggung tentang hal ini.

Ajang OKI menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk dapat tampil sebagai pelopor dalam menyuarakan aspirasi terkait isu-isu yang dihadapi negara-negara muslim. Tak hanya terkait masalah Iran, Indonesia dapat juga menunjukkan kepedulian dan mampu melahirkan ide-ide solutif dan konstruktif guna membantu upaya penyelesaian persoalan-persoalan Timur Tengah yang terus menghangat. Di Palestina,khususnya jalur Gaza,kekerasan masih terjadi akibat pendudukan zionis Israel. Sementara di Irak, aksiaksi bom berdarah terus terjadi, tak henti-hentinya memakan korban. Dalam atmosfer politik seperti inilah Indonesia dituntut memelopori suatu aspirasi kuat yang dapat memotivasi OKI melahirkan united statement (pernyataan bersama) tajam dan berani dalam merespons isu-isu konkret negara-negara Islam.(*)

sumber: SINDO, TAJUK SORE, 12/03/2008